Pages

Kamis, 16 Juni 2011

GAMBARAN UMAT NABI MUHAMMAD SAW YG AKAN TERPECAH MENJADI 73 GOLONGAN


Gambaran Umat Muhammad Saw yg kelak di akhir zaman terpecah mjd 73 golongan...

Seperti apakah gambaran umat Muhammad Saw itu ? Benarkah kita layak disebut sebagai umat muhammad? Apa saja ciri-ciri dari umat Muhammad Saw? Bukankah Islam nantinya akan terpecah belah menjadi 73 golongan ? Termasuk golongan yang manakah kita ?Apa sebenarnya peran umat Islam dalam kehidupan ini ?

Istilah umat didefenisikan sebagai:

مجموعات بشرية تربطها عقيدة واحدة

"Sekelompok orang yang terikat secara bersamaan dengan kesamaan aqidah."

Selanjutnya, istilah umat tidak untuk orang-orang yang mempunyai kesamaan ras atau warna kulit; umat hanya untuk orang-orang yang dipersatukan dengan aqidah dan jalan hidup mereka saja. Istilah ini tidak cocok jika didefenisikan sebagai "negara", karena sebuah negara adalah sekelompok besar orang-orang yang tinggal pada sebuah daerah atau wilayah tertentu. (sebuah umat bisa eksis tanpa hidup di sebuah negara).


Allah swt. telah mengkategorikan manusia menjadi 2 kelompok:

1. Al-Umatul-Islaamiyah (Umat Islam)
2. Al-Umatul-Kafiraah (Ummat yang tidak beriman)

Lebih lanjut, hanya ada dua camp (kelompok) ; setiap orang (tidak kecuali) apakah seorang Muslim atau Kafir. Yahudi, Nasrani, Sikh, Hindu, Budha semuanya adalah al-Umatul-Kafirah; dengan kata lain, mereka semua tidak beriman kepada Allah.

Allah swt. berfirman:

"Dia-lah yang menciptakan kamu maka diantara kamu ada yang kafir dan diantaramu ada yang mukmin. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (QS at Thaghaabun, 64: 2)

Sebagai tambahan, umat Islam terpecah menjadi dua:

1. Umatu Muhammad (Umat Muhammad, atau Ahmad - juga dikenal sebagai al-Firqatun Najiyah, atau golongan yang selamat).

2. Umatu Ahlul Qiblah (Umat Qiblah, dari tujuh puluh dua golongan yang menyimpang - juga dikenal sebagai al-Firqatul Haarikah,)

Tujuh puluh dua golongan dari umat Islam akan masuk neraka (tidak selamanya, masanya hanya Allah yang mengetahui), dan satu golongan akan masuk surga. Dengan konsekuensi jika mereka ingin selamat dari api neraka, maka mereka harus mencari pengetahuan tentang golongan yang selamat dan mempelajari serta mengamalkan karateristik mereka.

Peranan Umat

Peran umat Islam adalah menerapkan hujjah (menjadi saksi) untuk orang-orang, jadi bahwa mereka bisa tidak ada keringanan - atas orang-orang yang tidak beriman - pada hari pengadilan nanti pada saat mereka bertemu dengan Tuhan mereka yang sesungguhnya. Ini hanya bisa terpenuhi dengan iqaamatud dien, atau menerapkan dien Allah (yaitu syari'ah) - bukan dien Kuffar, seperti demokrasi atau kebebasan. Allah swt. berfirman:

"Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya)." (QS Asy Syura 42: 13)


Atribut atau karateristik dari umat Muhammad saw.

Allah swt. Berfirman :

"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar." (QS Al Fath 48: 29)

Pada ayat di atas, Allah swt. berfirman menginformasikan kepada kita tetang atribut dan kualitas Muhammad dan "Orang-orang yang bersama mereka" - yang menunjuk para Shahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan tepat. Atribut ini adalah:

1. Asyidda'u 'alal Kuffar

Seseorang tidaklah menjadi bagian dari umat Muhammad kecuali dia "memerangi Kuffar". Selanjutnya, tindakan ini harus disalurkan secara wajar (sesuai syar'i). Akronim (singkatan) KSK bisa membantu kita untuk mengingat sikap kita, yakni : K-Kerjasama, kita bisa bekerjasama dengan orang kafir pada saat kita di bawah perjanjian (damai) dengan mereka, S-Sabar, pada saat kita berbicara tentang dien (Islam) kepada mereka (berdakwah) dan K-Kasar (keras) pada saat kita memerangi mereka di medan jihad.

2. Ruhamaa'u bainahum

Sesuatu hal yang tidak mungkin bagi seseorang yang menjadi umat Muhammad kecuali dia menunjukkan kasih sayang dan kemurahan hati kepada sesesama orang Mukmin, walaupun jika mereka (orang muslim yang taat) disebut orang gila, ekstrimis, teroris, penyebar kebencian atau fundamentalis. Kemurahan hati ini adalah manifestasi dari:

- Al-Ukhuwah (Persaudaraan)

- Al Muwaalaat (Persekutuan)

- At Ta'aatuf (Kebaikan)

Pada saat ini, adalah sebuah kondisi yang sangat menyedihkan apabila kita melihat betapa banyak orang-orang dari Ahlul Qiblah yang bingung dari poin ini dan juga melakukan hal-hal yang benar-benar terbalik. Sepertinya mereka lebih suka membenci kaum Muslimin yang sungguh-sungguh berjuang di jalan Allah serta bersekutu dengan orang-orang yang tidak beriman. (Dengan demikian, mereka tidak bisa menjadi umat Muhammad!)

3. Taraahum rukka'an sujjudan

Umat Muhammad adalah sebuah Umat yang patuh yang selalu ruku' dan sujud yaitu menyembah Allah. Mereka bukanlah orang-orang sekuler. Mereka tidak menyembah Allah hanya dalam masjid saja atau pada saat Ramadhan saja, tetapi mereka menyembah Allah dua puluh empat jam dalam sehari - bahkan tidur mereka adalah 'ibaadah.

4. Yabtaghuna fadlan minallahi wa-ridwaana

Mereka mencari "Ridha Allah". Umat Muhammad tidak mencari pujian, simpatik, kehormatan atau ridha dari manusia. Mereka hanya mencari kepuasan dan keridhoan Allah Swt. Dengan konsekuensi, mereka akan memerangi dan mendominasi atas sekutu-sekutu setan. Mereka akan menaungi segalanya, dan Allah menjaga apa yang ada dalam hati mereka.

Kesimpulan

Jika kita ingin menjadi Umat Muhammad (golongan yang selamat) kita karus mempunyai aqidah yang sama sebagaimana Rasulullah saw. yang mempunyai empat atribut atau karakter yang telah di jelaskan di atas. Tidaklah cukup hanya dengan mempunyai aqidah yang benar tetapi tidak mempunyai atribut-atribut ini-kita harus mempunyai aqidah yang benar juga atribut umat Muhammad secara bersamaan.

Source : almuhajirun.net


YA RASULULLAH... LAYAKKAH kami mjd umatmu???

Ya RASULULLAH….

Kekasih ALLAH yg dimuliai..

Ya RASULULLAH..
...
Kau telah lama meninggalkan kami, umatmu,…

Tp, ya Rasul… peninggalanmu member kesan yg sgt dan begitu besar di dlm hati kami….

Ya RASULULLAH…

Kau meninggalkan Al-Qur’an u/ mjd rujukan kami..

Ya RASULULLAH…

Kau meninggalkan Sunnahmu u/ mjd pedoman kami…

Ya RASULULLAH..

Kau meninggalkan akhlakmu u/ kami contoh

Ya RASULULLAH…

Kau meninggalkan sahabat-sahabat mu u/ kami ikuti

Ya RASULULLAH..

Kau wariskan para Ulama u/ kami pelajari

Ya Rasulullah… kami menyanjung.. betapa hebatnya kerajaan ISLAM yg pernah dibina umatmu dahulu…

Ya Rasulullah… kami menyanjung,.. betapa luasnya empayer (wilayah) ISLAM…

Ya Rasulullah… kami menyanjung… batapa hebatnya keberanian umatmu melawan musuh TANPA GENTAR…

Ya RASULULLAH….

Namuuunn……….. segala – sgalanya kini telah ditenggelami zaman…!!!

Ya RASULULLAH… umat mu disana menderita… sungguh sgt menderita…(PALESTINA TERCINTA)

MEREKA DIANIAYA oleh Bangsa yg pernah kau sebut…

Ya RASULULLAH… umatmu disini HANYA MAMPU MELIHAT PENDERITAAN MEREKA…!!! L

YA RASULULLAH… alangkah malunya…

Jika Kau melihat apa yg kini kami sdg kerjakan…

Ya RASULULLAH… kami TERLAMPAU SIBUK MENGEJAR CITA-CITA !!!

Mengejar seberapa banyak HARTA yg mampu dikaut… !!!

Tak pernah puas MENGUMBAR NAFSU… dan tak tertahan dgn Godaan HAWA NAFSU… !!!

MENGEJAR CINTA YG MASIH HARAM LG SEMU YG TIADA KEPASTIAN…!!!

YA RASULULLAH… kami tak terdaya melindungi kaum muslimah dari FITNAH KEJI DUNIAWI… !!!

YA RASULULLAH… kami terhimpit dgn sifat JAHILIYAH yg dulu pernah kau perangi bersama sahabat-sahabat tercintamu dahulu,… !!!

Ya RASULULLAH… kami hanyut dlm permodernan HIDUP…!!!

Obsess dgn hiburan dunia melampau!!!

ASYIK DGN PEMUJAAN BERHALA2 MODERN (ARTIS)

YA RASULULLAH…… kami benar2 bagaikan buih2 di lautan seperti yg pernah kau katakan….

YA RASULULLAH… PANTASKAH KAMI KAU ANGGAP SBG UMATMU???

Kami LALAI!!!

Kami TERLENA!!!

Kami TERTIPU lg TERSESAT,…!!!

KAMI TIADA PERNAH MENOMERSATUKAN PENINGGALAN DARIMU (mengikuti AL-QUR;AN DAN AS-SUNNAH MU)!!!

Ampuni kami ya ALLAH…

Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan untuk KEKASIH MULIA ALLAH SWT…RASULULLAH MUHAMMAD SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM….... ^_^



BAYANGKAN SEANDAINYA RASULULLAH Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam DATANG KE RUMAH KITA… ^_^

Bayangkan apabila Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan seijin Allah tiba-tiba muncul mengetuk pintu rumah kita…….. 

Beliau datang dengan tersenyum dan muka bersih di muka pintu rumah kita, Apa yang akan kita lakukan ? Mestinya kita akan sangat berbahagia, memeluk beliau erat-erat dan lantas mempersilahkan beliau masuk ke ruang tamu kita.

Kemudian kita tentunya akan meminta dengan sangat agar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sudi menginap beberapa hari di rumah kita. Beliau tentu tersenyum.

Tapi barangkali kita meminta pula Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menunggu sebentar di depan pintu karena kita teringat Video CD rated R18+ yang ada di ruang tengah dan kita tergesa-gesa memindahkan dahulu video tersebut ke dalam. Beliau tentu tetap tersenyum.

Atau barangkali kita teringat akan lukisan wanita setengah telanjang yang kita pajang di ruang tamu kita, sehingga kita terpaksa juga memindahkannya ke belakang secara tergesa-gesa. Barangkali kita akan memindahkan lafal Allah dan Muhammad yang ada di ruang samping dan kita meletakkannya di ruang tamu. Beliau tentu tersenyum.

Bagaimana bila kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersedia menginap di rumah kita ? Barangkali kita teringat bahwa anak kita lebih hapal lagu-lagu barat daripada menghapal Sholawat kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Barangkali kita menjadi malu bahwa anak-anak kita tidak mengetahui sedikitpun sejarah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam karena kita lupa dan lalai mengajari anak-anak kita. Beliau tentu tersenyum……

Barangkali kita menjadi malu bahwa anak kita tidak mengetahui satupun nama keluarga Rasulullah dan sahabatnya tetapi hapal di luar kepala mengenai anggota Power Rangers atau Kura-kura Ninja. Barangkali kita terpaksa harus menyulap satu kamar TIDUR menjadi ruang Shalat. Barangkali kita teringat bahwa perempuan di rumah kita tidak memiliki koleksi pakaian yang pantas untuk berhadapan kepada RasulullahShallallahu ‘Alaihi wa Sallam . Beliau tentu tersenyum……

Belum lagi koleksi buku-buku kita dan anak-anak kita. Belum lagi koleksi kaset kita dan anak-anak kita. Belum lagi koleksi karaoke kita dan anak-anak kita. Kemana kita harus menyingkirkan semua koleksi tersebut demi menghormati junjungan kita ?Barangkali kita menjadi malu diketahui junjungan kita bahwa kita tidak pernah ke masjid meskipun azan berbunyi. Beliau tentu tersenyum……

Barangkali kita menjadi malu karena pada saat maghrib keluarga kita malah sibuk di depan TV. Barangkali kita menjadi malu karena kita menghabiskan hampir seluruh waktu kita untuk mencari kesenangan duniawi. Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita tidak pernah menjalankan sholat sunnah. Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita sangat jarang membaca Al Qur’an. Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengenal tetangga-tetangga kita. Beliau tentu tersenyum…

Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menanyakan kepada kita siapa nama tukang sampah yang setiap hari lewat di depan rumah kita. Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya tentang nama dan alamat tukang penjaga masjid di kampung kita. Betapa senyum beliau masih ada di situ……

Bayangkan apabila Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tiba-tiba muncul di depan rumah kita…… Apa yang akan kita lakukan ? Masihkah kita memeluk junjungan kita dan mempersilahkan beliau masuk dan menginap di rumah kita ? Ataukah akhirnya dengan berat hati, kita akan menolak beliau berkunjung ke rumah karena hal itu akan sangat membuat kita repot dan malu.

Maafkan kami ya Rasulullah…. Masihkah beliau tersenyum ? Senyum pilu, senyum sedih dan senyum getir…..Oh betapa memalukannya kehidupan kita saat ini di mata Rasulullah...
tak sadarkah... tak sadarkah ???

(
warposan@groups.facebook.com )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar